INFO : FR-APL 01, Formulir Permohonan Sertifikasi (dahulu PKT-01), FR-APL-02, Penilaian Mandiri (dahulu PKT-02) Untuk Melihat Jadwal Pelatihan dan Mendaftar Pelatihan Silahkan Klik [disini] Formulir Survailen Dapat Anda Download [disini] 

Profil LSP LKM CERTIF
2010-12-13 09:38:23

Visi

 


Menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi yang menjamin kompetensi
dan profesionalisme personil Lembaga Keuangan Mikro

 

Misi

 


1. LSP LKM CERTIF menetapkan kebijakan untuk menerapkan Pedoman BNSP  201/ISO 17024 dan Pedoman BNSP 202 secara menyeluruh tanpa pengecualian.

2. Meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) lainnya, menuju terciptanya industri BPR/LKM yang sehat, kuat, efisien, dan berkelanjutan.

    3. Membangun, mengembangkan kemampuan, dan menetapkan standar kompetensi personil BPR/LKM, agar dapat meningkatkan kinerja sektoral secara menyeluruh, meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kepada masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.

 

Kebijakan Mutu

Menjamin kompetensi dan profesionalisme personil Lembaga Keuangan Mikro


 

Program-Program LSP LKM CERTIF

A. Eksternal

1. Program Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi

 Setiap Direktur dan Calon Direktur BPR wajib mempunyai Sertifikat Kompetensi sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 6/22/PBI/2004 dan No. 6/23/PBI/2004 masing-masing tanggal 9 Agustus 2004. Bank Indonesia menetapkan CERTIF sebagai program yang wajib diikuti oleh Direktur BPR,  Calon Direktur BPR serta Direktur, Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah BPR Syariah.  Tujuan dari Uji Kompetensi ini adalah untuk megetahui seseorang kompeten atau belum kompeten di bidangnya. Program CERTIF berfungsi sebagai salah satu syarat untuk mengikuti fit dan proper test yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia.

 Bank Indonesia mewajibkan setiap BPR harus mempunyai Sertifikat Kompetensi untuk seluruh Direktur BPR sampai dengan batasan akhir tahun 2008. Untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi, peserta diwajibkan lulus Uji Kompetensi atas modul-modul yang sudah ditetapkan. Peserta yang lulus Uji Kompetensi akan menerima Sertifikat Kompetensi yang dikeluarkan oleh LSP LKM CERTIF  sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi Lembaga Keuangan Mikro yang telah  terakreditasi oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

          Penyelenggaraan Uji Kompetensi terpisah dari program pelatihan yang berbasis kompetensi yang diselenggarakan oleh Mitra Pelatihan. Uji Kompetensi dilaksanakan bekerja sama dengan Bank Indonesia dan tempat uji kompetensi adalah di Kantor Bank Indonesia setempat.

Persyaratan Uji Kompetensi Direksi BPR dan BPRS yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :

  • Sedang menjabat Direktur BPR/BPRS.
  • Siap mengikuti Uji Kompetensi pada waktu yang dijadualkan.
  • Peserta yang belum menjabat sebagai Direktur BPR/BPRS tetapi telah mempunyai pengalaman kerja selama 2 tahun di BPR ataupun Bank Umum.
  • Peserta Fresh Graduate  atau belum berpengalaman kerja selama 2 tahun di BPR atau Bank Umum wajib mengikuti program pendahuluan berupa pelatihan dan uji kompetensi 4 unit kompetensi dasar.

 

2. Memfasilitasi Pelatihan Berbasis Kompetensi 

          Program Uji Kompetensi yang dilaksanakan oleh LSP LKM CERTIF harus didukung oleh pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi, dimana materi pelatihannya mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Tujuan Pelatihan Berbasis Kompetensi:

1. Mengembangkan kompetensi kerja individu terhadap standar nasional.

2. Meningkatkan profesionalisme, ketrampilan dan keahlian personil dalam Lembaga Keuangan Mikro

3. Memperbaiki kompetensi angkatan kerja Indonesia secara menyeluruh  

 

Materi pelatihan dirancang oleh sekelompok praktisi di bidang Keuangan Mikro Indonesia dan ahli internasional dari Bankakademie International Jerman. Para pelatih yang telah diakreditasi adalah praktisi dan akademisi yang berpengalaman di bidang Keuangan Mikro dan telah dilatih serta telah lulus Uji Kompetensi metodologi, penguasaan materi dan praktek penyampaian modul.

 

B. Internal

1. Training Of Trainers (ToT)

 

          TOT bertujuan mempersiapkan pelatih (fasilitator) yang memenuhi standar untuk terakreditasi (diberikan Sertifikat Akreditasi Fasilitator) dan mampu melaksanakan penyampaian materi pelatihan kepada peserta pelatihan secara baik dan berkualitas. Calon fasilitator diseleksi dari para praktisi BPR dan akademisi yang berpengalaman di bidang Keuangan Mikro.

          Untuk dapat lulus TOT, peserta harus lulus Uji Kompetensi metodologi, penguasaan materi pelatihan dan praktek penyampaian modul (delivery). Selanjutnya untuk memperoleh akreditasi (Sertifikat Akreditasi Fasilitator), fasilitator mendelivery  modul yang dikuasai minimal 2 kali dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Mitra Penyelenggara Pelatihan, dengan nilai minimal 70% atau rating 3,5 dengan range antara 1 - 5. Setiap penugasan pelatih oleh Mitra Penyelenggara Pelatihan harus memperoleh persetujuan dari LSP LKM CERTIF.

 

2. Test Question Conference  (TQC)

 

         Suatu kegiatan yang diikuti oleh para peserta ahli yang merupakan perwakilan dari Stakeholder (Dewan Sertifikasi) diantaranya para peserta ahli dalam penulisan Materi Uji Kompetensi. Tujuan utama diselenggarakannya Test Question Conference adalah menguji coba, membahas, mengevaluasi dan menetapkan pertanyaan-pertanyaan Uji Kompetensi yang berkualitas serta sesuai dengan standar Uji Kompetensi profesi.           

 

Agenda Test Question Conference terdiri dari:

  • Uji Coba Materi Uji Kompetens, berguna  untuk  menguji  tingkat  kesulitan  pertanyaan  Uji  Kompetensi  yang tercermin dari record  yang diperoleh peserta secara tim.

 

  • Pembahasan Materi Uji Kompetensi bertujuan untuk mempertimbangkan setiap materi Uji Kompetensi dari segi orientasi dan katalog keahlian dan kompetensi apakah bisa diterima tanpa revisi atau diterima dengan revisi atau digugurkan karena beberapa faktor yang kurang layak baik dalam materi, jawaban maupun tata bahasanya.

Hasil pembahasan Materi Uji Kompetensi setelah direvisi akan di masukkan ke dalam bank soal. Kemudian dari bank soal baru di turunkan sebagai Materi Uji Kompetensi (MUK) sesuai batas-batas parameter yang telah distandardisasikan.